Rindu #1
Sepanjang Jogja menuju Tempel aku tersesat
roda bus menuntunku pada suatu tempat
kau tidak di sana, memecah waktu sendiri
mungkin menggulung ujung baju
mengumpulkan geram yang ketika aku datang
pecah. Ini petanda rindu yang masih kau genggam
dalam saku celana, atau lipatan baju
yang setiap kali menemuiku akan kau gunakan
menarik kenangan dari mataku
untuk disimpan kembali
untuk esok
untuk suatu saat,
kau dan aku telah bersiap mengatakan
selain merindu, cinta tak bisa bersitatap.
Yogya, 15 Mei 2005
Satu komentar
Bagaimana harus kujaga
rindu ini,
bila musim gugur
selalu hadir merenggutnya
bagaimana harus kuhapus
rindu ini,
jika musim semi
selalu datang menumbuhkannya
bagaimana harus kubawa
rindu ini,
jika segala musim
selalu saja menggodanya.