Skip navigation

Epilogue

 

Kukumpulkan rindu yang mengeram

seperti gurat akar pohon menunjam

bumi basah mimpi-mimpi yang limbung

 

sehelai rambutmu menempel di pakaian malamku

azimat masa lalu yang buncah

karena gairah pada tubuh tak bersentuh

 

lalu tubuhmu gerimis

setelah erang bersahutan

dan hujan

di luar jendela

 

kau rapikan tubuhmu yang rusuh

ingatkanku memakai baju

 

bisikmu menempel telinga

Bangunlah, kita cuma mimpi!”

%d blogger menyukai ini: