Skip navigation

Rindu #1

Sepanjang Jogja menuju Tempel aku tersesat

roda bus menuntunku pada suatu tempat

kau tidak di sana, memecah waktu sendiri

mungkin menggulung ujung baju

mengumpulkan geram yang ketika aku datang

pecah. Ini petanda rindu yang masih kau genggam

dalam saku celana, atau lipatan baju

yang setiap kali menemuiku akan kau gunakan

menarik kenangan dari mataku

untuk disimpan kembali

untuk esok

untuk suatu saat,

kau dan aku telah bersiap mengatakan

selain merindu, cinta tak bisa bersitatap.

 

Yogya, 15 Mei 2005

One Comment

    • Mas'ud Machlany
    • Posted Februari 4, 2008 at 2:48 pm
    • Permalink

    Bagaimana harus kujaga
    rindu ini,
    bila musim gugur
    selalu hadir merenggutnya

    bagaimana harus kuhapus
    rindu ini,
    jika musim semi
    selalu datang menumbuhkannya

    bagaimana harus kubawa
    rindu ini,
    jika segala musim
    selalu saja menggodanya.


Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: