Skip navigation

img_5042.jpgDi Pasar Senen

 

Rayu pengemis cilik anclap menusuk jantung

matanya setajam tombak

menembus mataku

 

Pada sepasang tahi lalat di tengah bola mata, ada seekor elang

seperti berkelebat mengintip dari balik awan gelap

cakarnya mengerikan

menghunus ketajaman yang siap memangsa:

menunjuk mukaku

meninggalakan sayatan di pipi sebelah kanan

 

 

di mata itu pula ada pekuburan yang dipenuhi kupu-kupu

ada jerapah di sana

ada kelinci

ada seekor marmut berwarna hitam manis

sebuah dunia mini:

seorang anak

yang tak pernah menjadi kanak-kanak

 

Ia masih di sandingku

merayu untuk beberepa keping receh

menatap dalam mataku

melempar aku ke dalam neraka

: keterasingan sebagai manusia

 

Pasar Senen, 2 Januari 2008

%d blogger menyukai ini: