Skip navigation

Seorang kakek berumur 70 berniat untuk melaksanakan ibadah haji. Oleh keluarganya, si kakek dititipkan oleh beberapa tetangga yang kebetulan pada waktu bersamaan juga melaksanakan ibadah haji.
Suatu waktu, saat thawaf, si kakek berhasil mencapai pintu multazam. Saat itu ia berdoa cukup panjang, satu jam lebih kakek itu berdoa. Tentu siat malang nasib para tetangga yang mendapat amanat untuk menjaga kakek ini. Mereka harus menunggu cukup lama sampai si kakek selesai berdoa. Di tengah terik panas dan penuhnya jamaah mereka akhirnya menunggu selesainya kakek berdoa.
Keesokan harinya, saat berthawaf, si kakek ternyata bias mencapai pintu multazam lagi. Gelisahlah para tetangga yang bertugas menjaga si kakek. Mereka yakin harus menunggu satu jam lagi paling tidak. Tidak dinyana, ternyata si kakek hanya berdoa kurang dari lima menit. Semua pun merasa lega sekaligus terheran-heran karena sangkaan yang meleset. Iseng-iseng salah seorang mereka bertanya: “lho kek, kok ndak lama seperti kemarin doanya?” Dengan nada datar si kakek menjawab: “saya hanya bilang sama Tuhan: Tuhan, doa saya sama persis dengan doa yang kemarin”……….

%d blogger menyukai ini: