Skip navigation

RUMAH: (tempat tinggal)Aku membuat rumah. Tanpa jendela, tanpa pintu? Dari mana akan masuk?
Aku membuat rumah, kesemua dindingnya adalah pintu, juga jendela. Apa tidak kedinginan?
Aku mau rumah biasa saja, rumah yang bisa (ditinggali).

Rumahku dulu berbau minyak tanah, sekarang bensin. Dulu berwarna hijau, kini cokelat.
Rumahku tak pernah ditinggali sendiri, selalu ada hantu, ia menemaniku dengan mengirim ketakutan, mengirimkan kengerian, dan susasana keseraman.

Tetanggaku tak pernah mau berkunjung ke rumahku. Mereka tahu, hantu, aku dan setan tinggal bersama. Mereka takut mungkin. Mereka takut.

***
Sebuah lemari yang tak bisa dikunci kubiarkan di ruang tamu. Isinya adalah harta-hartaku yang paling berharga. Kubiarkan para pencuri keluar masuk dan mengutil seluruh isi lemari itu. Kubiarkan mereka lewat dengan sopan untuk mencuri. Kubiarkan mereka dengan wajah tenang mengambil segala yang berharga pada diriku.
***
Rumahku dulu berbau minyak tanah, sekarang bensin. Dulu berwarna hijau kini cokelat.

Rumahku masih ditinggali hantu-hantu juga pencuri. Hantu dan pencuri selalu berganti peran, kadang mencuri kadang menakuti. Para pencuri dirumahku bukanlah pencuri yang suka menakut-nakuti. Karena itu jika ingin menakuti, mereka harus berganti peran dengan para hantu. Mereka harus berganti peran dengan para setan.

***
Aku belajar meyakini kalau mereka jahat, tapi aku tak bisa.
Aku tidak diajarkan berburuk sangka, bahkan pada hantu dan pencuri.. aku diajarkan untuk berbaik sangka, untuk tidak curiga, dan selalu memaafkan.
***
Tapi siapa, yang diluar rumah berteriak “maling”?
Bukankah ia sang pelaku?
Bukankah ia salah satu penguras isi lemariku?
Entahlah, aku tetap sulit berburuk sangka.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: