Skip navigation

“Siapa nenek moyang kita?”
“pelaut”
“siapa nenek moyang kita?”
“petani”
“Ah, tak kunjung selesai perdebatan ini”Belanda, Portugis, Inggris tahu kalau negeri ini selalu ribut identitas. Makanya mereka datang membawakan identitas. Inlander.

Negeri barat tahu kita butuh identitas, makanya dipakaikan baju-baju yang berwarna-warni.

Negeri sendiri tahu dirinya butuh identitas.. makanya terus mencari, sampai pelosok, sampai luar negeri, sampai batas entah berantah, sampai terus mencontek.

Aku butuh identitas, kuminta kalian menamaiku bejo, tejo, ular, anjing, bungan, atau apa pun yang kuinginkan. Kau ingin punya identitas, maka kau namai diri dengan nama-nama besar.

Lalu dimana identitas itu sembunyi?

Ia katanya ada dalam pikiran. Tapi kupikir ada dalam keyakinan. Apakah keyakinan ada di luar pikiran? Aku meyakininya.

Lalu dari mana lahir keyakinan? Dari tumpukan buku-buku, TV, anekdot-anekdot kebesaran sebuah peradaban. Kita belajar dari itu. Dari keyakinan orang lain.

Apakah kita tak bisa punya keyakinan sadar sendiri? bisa… tapi tidak bisa. Terlalu sulit, seperti terlalu mudah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: