Skip navigation

Category Archives: opini

Jika Anda adalah orang yang berniat mencari informasi seputar ketenagakerjaan dan transmigrasi melalui alamat situs http://nakertrans.jogja.go.id, bersiaplah untuk kecewa. Situs yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmgrasi (Diskertrans) Yogyakarta ini tidak banyak dapat memberikan Anda informasi yang dibutuhkan.

Selain berpenampilan minimalis, web dinkertrans Yogyakarta juga miskin informasi. Terbukti dengan masih kosongnya beberapa menu yang disediakan dalam web tersebut. Pada menu pelatihan, hanya terdapat 2 file yang sudah kadaluarsa. Menu Ide Warga hanya terisi 6 tulisan. Beberapa menu lainnya hanya berisi pengumuman bahwa menu tersebut belum terisi tulisan apapun. Bakan kedua link yang disajikan belum berfungsi dengan sempurna. Link tersebut akan merujuk ke halaman terakhir yang dibuka jika diklik. Tercatat perubahan terakhir yang terjadi pada web ini hanya terjadi pada bulan Juni tahun 2008. Sungguh disayangkan.

Sebagai situs yang dikelola oleh institusi pemerintah, http://nakertrans.jogja.go.id seharusnya dapat dikelola lebih professional. Bagi instansi pemerintah, situs seyogyanya tidak difungsikan sebagai alat untuk memamerkan teknologi semata. Situs adalah bagian tidak terpisahkan dari pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan situs instansi pemerintah tidak boleh dipandang sebelah mata, karena itu pengelolanya harus lebih serius dalam pengelolaan.

Situs pemerintah sangat terkait dengan akses informasi masyarakat terhadap layanan. Semenara informasi layanan adalah hak masyarakat yang harus disediakan oleh instansi pemerintah. Ketidakseriusan memberikan informasi kepada publik mengarah pada ketidakseriusan memberikan pelayanan.

Dinkertrans yang banyak berhubungan dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri seharusnya dapat memaksimalkan fungsi situs. Situs adalah salah satu media paling efektif untuk memberikan informasi kepada TKI. Setidaknya, situs ini memberikan informasi dasar yang dibutuhkan oleh TKI, seperti kontak dalam kondisi darurat, informasi tentang kebudayaan negara tujuan, dll.

Selain itu, situs semestinya dikelola secara dinamis agar berbagai isi yang ditampilkan selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima layanan. Setidaknya ada dua 3 informasi penting yang harus selalu diperbaharui oleh pengelola situs dinkertrans, yakni berita, informasi bantuan bagi penerima layanan dan data-data peraturan pemerintah seputar ketenagakerjaan dan transmigrasi.

Pembiaran situs http://nakertrans.jogja.go.id tanpa perawatan yang jelas sama halnya dengan pemborosan keuangan negara (daerah). Jika dihitung, meurut kalkulasi penulis, setidaknya dibutuhkan Rp. 100.000 untuk peletakkan data-data situs (web hosting) setiap tahunnya dan pembelian domain yang berkisar Rp. 150.000. Belum lagi jika menghitung pembiayaan desain situs jika diserahkan kepada pihak ketiga (berbentuk proyek pembuatan situs).

Kenapa negara (daerah) harus membayar ongkos pekerjaan yang sia-sia?

irsyadul ibad

Iklan

Belum lama ini ummat Islam kembali dikejutkan dengan kemuculan film Fitna yang dikeluarkan oleh salah satu partai sayap kanan di Belanda. Film karya Wilders ini memang sangat kontroversial. Sejak rencana publikasinya, berbagai penolakan telah terjadi di Belanda. Pemerintah Belanda pun sejak awal telah mengingatkan implikasi negatif peluncuran film tersebut terhadap hubungan ummat Islam dan kelompok beragama lain.


Sekilas film ini memang menyederhanakan persoalan dan fenomena ummat Islam. Film ini adalah salah satu bentuk kegagalan dunia Barat untuk membaca Islam dari perspektif yang beragam. Tapi pada berbagai sisi lain, sebaiknya ummat Islam mencoba berkaca dan merefleksikan diri tentang isi dalam film tersebut. Read More »